MAROS,- PORTAL PGRI MAROS – Suasana di kawasan Sekolah Putri Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Kabupaten Maros, mendadak dipenuhi gelombang keprihatinan. Peserta yang terdiri dari jajaran pengurus serta seluruh anggota PGRI dan HIMPAUDI Kabupaten Maros turun ke jalan menggelar aksi damai bersama. Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap aksi intimidasi, kekerasan, dan premanisme yang mengganggu proses belajar-mengajar anak usia dini di wilayah tersebut. ( 09/09/2026 )

Aksi diawali orasi dari Sekretaris PGRI Kabupaten Maros, Samsu Alam, S.Pd., M.M. Dalam orasinya, Samsu menegaskan bahwa satuan pendidikan adalah tempat yang mulia dan harus steril dari perselisihan orang dewasa. Ia mendesak pihak-pihak yang bersengketa agar menyelesaikan persoalan secara damai di luar sekolah, tanpa merampas hak anak-anak untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman.

Dampak psikologis pada peserta didik menjadi sorotan utama orator berikutnya, yakni Ketua HIMPAUDI Kabupaten Maros, Ir. Hj. Haeriah, M.M. Ia mengungkapkan bahwa tindakan intimidasi di lingkungan sekolah telah menciptakan rasa takut dan trauma mendalam bagi anak-anak PAUD. Hj. Haeriah meminta Polres Maros bertindak tegas dan memproses hukum oknum-oknum yang bertanggung jawab atas kekacauan tersebut demi memulihkan kondisi mental para siswa.


Melanjutkan keprihatinan tersebut, Ketua Transisi PAUD-SD, Fitriani, S.Pd., menuntut adanya kepastian dan transparansi hukum. Menurutnya, pembiaran kasus yang berlarut-larut hanya akan memperpanjang kecemasan para guru dan orang tua murid. Ia meminta aparat keamanan memberikan jaminan penuh agar aktivitas pendidikan dapat segera berjalan normal kembali.

Sikap pantang menyerah disuarakan secara lantang oleh Wakil Ketua PGRI Kabupaten Maros, Hajrah Kadir, S.Pd., M.Pd. Dalam orasinya yang berapi-api, Hajrah menegaskan bahwa seluruh jajaran dan anggota PGRI tidak akan mundur atau mengalah terhadap bentuk kesewenangan apa pun. Yang mereka pertahankan bukan sekadar fisik bangunan, melainkan hak asasi anak-anak atas masa depan yang layak dan terlindungi.

Orasi ditutup oleh Kepala PAUD Kartika Simbang, Mawar, S.Pd., yang mengobarkan semangat solidaritas. Mawar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, orang tua, serta para anggota PGRI dan HIMPAUDI untuk bersatu rapatkan barisan. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan PAUD sebagai zona aman yang bebas dari segala bentuk premanisme.

Aksi damai yang digelar bersama oleh anggota PGRI dan HIMPAUDI Kabupaten Maros ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Maros dan berlangsung tertib. Para peserta aksi berharap pesan moral dan tuntutan hukum yang disampaikan para pimpinan organisasi pendidikan ini segera mendapat respons nyata dari pihak-pihak berwenang demi keselamatan generasi penerus bangsa di Maros.