MAKASSAR – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan memasuki babak baru yang penuh optimisme. Melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahap I Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Dalton Makassar (13-15 Maret 2026), Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Sulsel resmi menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra kunci.
Salah satu momen krusial dalam acara tersebut adalah penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara BAN-PDM Sulsel dengan empat mitra akreditasi. Kehadiran PGRI Kabupaten Maros menjadi sorotan khusus karena didapuk mewakili semangat dan komitmen seluruh pengurus PGRI di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Ketua BAN-PDM Sulsel, Dr. Abdi, M.Pd, menegaskan bahwa kerjasama ini bukan sekadar seremoni formalitas. Fokus utamanya adalah memastikan setiap satuan pendidikan—mulai dari PAUD, PKBM, hingga tingkat SMP/MTs—memiliki standar mutu yang merata.
"Kami ingin memastikan proses akreditasi berjalan objektif dan akuntabel. Dengan menggandeng mitra seperti PGRI, kita sedang membangun kesadaran kolektif tentang budaya mutu di lingkungan pendidikan," ujar Dr. Abdi.
Dikutip dari BERITASEMBILAN.Com, keterlibatan perwakilan PGRI, khususnya dari Kabupaten Maros, menunjukkan peran aktif organisasi profesi guru dalam mengawal peningkatan kualitas sekolah. Sebagai perwakilan dari daerah, PGRI Maros berkomitmen untuk:
- Mengawal Sosialisasi: Menjadi jembatan informasi agar guru dan kepala sekolah di daerah memahami mekanisme akreditasi terbaru.
- Validasi Data: Membantu memastikan data satuan pendidikan di daerah akurat agar proses akreditasi tepat sasaran.
- Pendampingan Satuan Pendidikan: Mendorong sekolah-sekolah di pelosok daerah agar lebih siap menghadapi standarisasi nasional.
Kerjasama ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari validasi data hingga pemantauan hasil akreditasi yang transparan. Bagi Kabupaten Maros dan wilayah Sulsel lainnya, langkah ini diharapkan mampu mengeliminasi kendala teknis yang selama ini menghambat proses peningkatan status sekolah.
Dengan sinergi antara BAN-PDM, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan PGRI, pelaksanaan akreditasi tahun 2026 diprediksi akan jauh lebih efektif. Hal ini menjadi angin segar bagi orang tua siswa dan masyarakat, karena kualitas pendidikan anak-anak di Sulawesi Selatan kini memiliki sistem pengawasan dan pengembangan yang lebih terintegrasi.
Rakorda ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan visi besar: Pendidikan Sulawesi Selatan yang Berkualitas, Akuntabel, dan Berstandar Nasional.