SIDRAP, PORTAL PGRI MAROS – Perjuangan keras Tim Tenis Lapangan "Besi Tua" PGRI Maros dalam ajang Pekan Olahraga Seni dan Pelajaran (PORSENIJAR) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidrap harus terhenti.
Langkah tim Maros dipastikan kandas setelah menelan kekalahan dalam laga sengit melawan tim tangguh PGRI Luwu Timur pada sore ini, Jumat (3/7/2026). Dengan hasil ini, PGRI Luwu Timur sukses mengamankan tiket menuju babak 8 besar cabang olahraga tenis lapangan.
Menanggapi hasil pertandingan tersebut, pelatih cabang olahraga tenis lapangan PGRI Maros, Aming Sake, secara ksatria menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh keluarga besar PGRI Maros.
"Kami sudah berjuang semaksimal mungkin di lapangan bersama para pemain 'besi tua' yang luar biasa ini. Namun, keberuntungan belum berpihak pada kita sore ini. Saya selaku pelatih meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap pengurus dan seluruh anggota PGRI Maros atas kegagalan kita melaju ke babak berikutnya," ujar Aming Sake dengan penuh haru seusai pertandingan.
Meski gagal menembus babak 8 besar, apresiasi tetap mengalir bagi skuad tenis lapangan PGRI Maros. Julukan "sang besi tua" yang melekat pada tim ini menjadi bukti semangat pantang menyerah dan loyalitas tanpa batas para guru asal Maros dalam mengharumkan nama daerah di arena PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026.
Kini, fokus kontingen PGRI Maros akan dialihkan untuk mendukung penuh atlet-atlet di cabang olahraga dan seni lainnya yang masih berjuang di Bumi Nene Mallomo, Sidrap.
(Reporter/Editor: Portal PGRI Maros)