MAROS– Sejarah baru baru saja ditorehkan oleh para pejuang pendidikan dari Kabupaten Maros. Gelaran Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Maros yang berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 di Hotel Royal Bay Makassar, resmi ditutup dengan capaian yang melampaui ekspektasi. Bukan sekadar rapat kerja biasa, ajang ini bertransformasi menjadi panggung pembuktian soliditas luar biasa guru-guru Butta Salewangang.

Kesuksesan ini tak lepas dari peran vital tim "Dream Team" panitia pelaksana. H. Mansyur, S.Pd., M.Pd., yang didapuk sebagai Ketua Panitia, menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Kerohanian dan Karakter Bangsa di PGRI Maros serta beliau juga menjabat Koordinator Pengawas (Korwas ) Sekolah Dasar dan wilayah Binaannya Kecamatan Lau ini, dikenal memiliki ketelitian tingkat tinggi.

Tak tanggung-tanggung, demi memastikan kenyamanan peserta yang memadati hotel, H. Mansyur turun langsung melakukan pemetaan pembagian kamar. Ia baru meninggalkan lobi hotel setelah memastikan setiap anggota mendapatkan tempat dan terlayani dengan baik.
Beliau bahu-membahu bersama Sekretaris Panitia, Syaiful, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Wakil Sekretaris PGRI Maros, serta sosok "Bendahara Ajaib" Dra. Hj. Nurcaya, M.M. Profesionalisme Hj. Nurcaya dalam mengelola keuangan organisasi memang sudah melegenda dan tak diragukan lagi, membuat seluruh rangkaian acara yang mewah ini berjalan efisien namun tetap representatif.
Dalam laporan resminya, H. Mansyur mengonfirmasi fenomena "Full House" di lokasi kegiatan.
"Ini adalah 'masalah' yang sangat menggembirakan. Semangat untuk berhimpun begitu tinggi. Kami melihat energi yang luar biasa saat penyerahan SK Pengurus Ranting dan diskusi mengenai nasib guru dilakukan," ungkapnya dengan nada bangga.

Lonjakan peserta hingga mencapai jauh di atas estimasi awal—menjadi bukti bahwa guru-guru di Maros sangat haus akan ruang kolaborasi dan perjuangan kolektif.
Lebih dari sekadar sidang komisi, Konkerkab I ini menjelma menjadi laboratorium ide " pungkasnya. Sinergitas antar-anggota menghasilkan rancangan program kerja yang inovatif, baik di tingkat Cabang maupun Kabupaten. Fokus utamanya jelas: Meningkatkan kesejahteraan guru dan mengakselerasi kualitas dunia pendidikan ke depan.
Sinergi yang terbangun selama dua hari di Makassar ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi PGRI Maros untuk terus mengawal isu-isu krusial pendidikan, mulai dari penguatan karakter bangsa hingga advokasi nasib guru di lapangan.

PGRI Maros telah membuktikan: Ketika solidaritas memanggil, tak ada ruang yang cukup sempit untuk menampung semangat perubahan!
Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas YESS!
