MAROS – Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan 179 peserta pada Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Maros di Hotel Royal Bay Makassar (31 Jan – 1 Feb 2026) menjadi potret nyata keberhasilan nakhoda Andi Patiroi, S.Pd., M.Si. Bukan sosok sembarangan, Andi Patiroi yang merupakan Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros dan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Maros, berhasil membawa gaya kepemimpinan birokrasi yang taktis ke dalam organisasi profesi guru. Di bawah tangan dinginnya, PGRI Maros mencetak berbagai rekor emas yang belum pernah dicapai sebelumnya.
1. PGRI Camp Sekaligus Penyerahan SK Pengurus Cabang

Salah satu tonggak sejarah yang paling membekas adalah Penyerahan SK Pengurus Cabang yang dihelat di Bollangi, Kabupaten Gowa. Sebagai pemimpin yang paham cara menghargai struktur, Andi Patiroi memilih lokasi ini untuk memberikan kesan eksklusif dan martabat tinggi bagi para pengurus tingkat kecamatan. Langkah ini sukses membakar semangat pengabdian para pengurus cabang untuk bergerak lebih masif di wilayah masing-masing.
2. Rekor Budaya PGRI : Lautan baju adat di HUT Kabupaten Maros

Salah satu momen paling ikonik terjadi pada peringatan HUT Kabupaten Maros tahun 2025. Di bawah komando Andi Patiroi, ribuan anggota PGRI "tumpah" ke jalan dan lapangan dengan mengenakan Baju Adat Tradisional. Pemandangan ini tidak hanya menunjukkan rasa cinta guru terhadap budaya lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata soliditas dan keseragaman gerak PGRI Maros dalam memeriahkan hari jadi kabupaten tercinta.
3. Trasformasi Digital Webinar mingguan SLCC

Di bawah arahan Andi Patiroi, PGRI Maros tidak hanya kuat secara massa tetapi juga unggul secara intelektual. Melalui Bidang Informasi dan Komunikasi, PGRI rutin menggelar Webinar Mingguan yang dikelola oleh perangkat kelengkapan PKO SLCC (Smart Learning and Character Center). Dipimpin oleh Muhammad Salman, S.Pd. (Pengawas Bina SMP Maros) sebagai Ketua SLCC, program ini menjadi motor utama dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi pembelajaran, memastikan guru-guru di Maros tetap relevan dengan perkembangan zaman.
4. Jalan Santai PGRI: Rekor Partisipasi Massa Terbesar

Daya gerak massa di masa kepemimpinan beliau teruji lewat suksesnya Jalan Santai PGRI. Ribuan guru dari seluruh penjuru Maros turun ke jalan dalam balutan batik PGRI, menciptakan fenomena "lautan manusia". Kegiatan ini menjadi bukti betapa kuatnya rasa memiliki anggota terhadap organisasi sejak dipimpin oleh sosok yang berpengalaman luas di dunia pendidikan tersebut.
5. Kegiatan donor darah ini mencatatkan sejarah baru bagi PGRI Kabupaten Maros.

Total sebanyak 86 orang guru dari 14 kecamatan se-Kabupaten Maros berpartisipasi sebagai pendonor.
Jumlah ini diklaim menjadi pencapaian pendonor terbanyak yang pernah dicatat dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh PGRI di Maros, melampaui rekor kegiatan sebelumnya.
Aksi ini dikoordinatori oleh Irwan, S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PGRI Kabupaten Maros.
6. Sejarah Baru di Lapangan Pallantikang (HGN 2025)

Meskipun sudah tidak menjabat sebagai Kadis Pendidikan, pengaruh dan sinergi Andi Patiroi tetap kuat. Pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, ia berhasil mengomandoi upacara megah di Lapangan Pallantikang yang dikelola mandiri oleh PGRI. Kehadiran Bupati Maros dan ribuan guru menjadi pengakuan bahwa PGRI adalah mitra strategis nomor satu pemerintah dalam memajukan SDM.
7. Kepedulian Nyata : Melaui penggalangan dana Bencana Aceh Rp. 111 Juta.

Di bawah komando Andi Patiroi, PGRI Maros menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa. Melalui gerakan solidaritas guru, terkumpul dana bantuan bencana untuk Aceh sebesar Rp111.471.500. Bekerja sama dengan BAZNAS, dana tersebut disalurkan secara resmi melalui transfer Bank BPD, membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan beliau, PGRI Maros tidak hanya kuat secara internal tetapi juga menjadi pelopor dalam aksi kemanusiaan nasional.
8. Konkerkab Makassar 2026: Magnet Kepercayaan 179 Delegasi

Rekor terbaru kembali pecah hari ini. Keinginan para pengurus untuk terlibat dalam Konkerkab di Makassar melonjak drastis hingga 179 orang, melampaui kapasitas awal. Delegasi dari 14 kecamatan, termasuk Kecamatan Mandai yang mengirimkan 21 orang, harus berebut kursi karena status hotel yang full booking. Ini adalah bukti nyata bahwa anggota merasa setiap suara mereka dihargai dalam menentukan arah organisasi setahun ke depan.
9. Solidaritas Tanpa Batas : menyambut kebebasan Rasnal dan Abd.Muis

Bukti nyata kekuatan komando Andi Patiroi terlihat saat kurang lebih 200 anggota PGRI Maros turun langsung memberikan dukungan dalam menyambut rehabilitasi Rasnal dan Abdul Muis. Bergabung bersama rekan PGRI dari Makassar dan Luwu Utara, momen ini menjadi lautan dukungan yang mengharukan.
"Ini adalah bukti nyata solidaritas guru. Kami sangat bahagia dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas rehabilitasi yang diberikan. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana kita menghargai perjuangan guru, terutama bagi rekan-rekan honorer," ungkap salah satu anggota PGRI di lokasi.
10. Profesionalisme 4 AS dan Kemandirian
Pengalaman Andi Patiroi sebagai kepala dinas membawa sistem kerja profesional dengan prinsip 4 AS (Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas). Organisasi kini lebih mandiri secara finansial dan tertib administrasi, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting.

11. Soliditas yang Tak Tergoyahkan
Pengalaman Andi Patiroi di berbagai posisi strategis pemerintahan menjadi modal besar bagi PGRI. "Beliau tahu cara memuliakan guru. Membawa agenda SK Cabang ke Bollangi dan Konkerkab ke Makassar adalah bentuk penghargaan tinggi bagi kami semua," ungkapnya.
Dengan semangat "Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas Yess!", PGRI Maros kini tampil sebagai organisasi profesi yang paling dinamis, berwibawa, dan modern di bawah kepemimpinan Andi Patiroi.