MAROS,PORTAL PGRI MAROS — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maros sukses menggelar Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Guru PPPK yang dirangkaikan dengan Launching Program PGRI POWER: 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI.

Berlangsung khidmat pada Selasa (20/10/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta perwakilan guru PPPK penuh waktu dan paruh waktu dari 14 cabang PGRI se-Kabupaten Maros.

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Maros Hj. Haeriah Rahman, S.P., M.M., Sekretaris Dinas Pendidikan Asri Rajab, S.Sos., M.Si. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., serta Ketua PGRI Kabupaten Maros Andi Patiroi, S.Pd., M.Si.

Komitmen Nyata PGRI dan Dukungan Dana Hibah Daerah
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua POKJA 3 Tim Kerja PGRI Kabupaten Maros, Hajrah Kadir, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa kemarin ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh Dana Hibah Kabupaten Maros.

Dalam laporannya, Hajrah menekankan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung (direct touch) yang dapat dirasakan oleh seluruh peserta, sehingga menjadi pemantik semangat dalam menjalankan tugas mengajar di sekolah masing-masing.

"Berbuatlah dari hal yang terkecil, karena dari situlah akan muncul hal yang besar," pungkas Hajrah Kadir saat memberikan pesan motivasi di hadapan para peserta.
Ketua PGRI Maros: "Teknologi Makin Canggih, Peran Guru Tak Tergantikan"
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Maros, Andi Patiroi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa pengangkatan sebagai ASN PPPK adalah amanah besar yang harus dibuktikan melalui integritas, kedisiplinan, dan pengabdian tulus.

Terkait launching program PGRI POWER, Andi Patiroi menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis Pengurus Besar (PB) PGRI untuk menindaklanjuti program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam membekali guru dengan penguasaan teknologi digital, coding, dan Artificial Intelligence (AI).

"Teknologi boleh semakin canggih, tetapi peran guru tidak boleh tergantikan. AI dapat membantu mengolah informasi, tetapi gurulah yang menanamkan nilai, moral, dan kebijaksanaan. Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat peran guru, bukan mengurangi makna pengabdian seorang pendidik," tegas Andi Patiroi.
Dukungan DPRD Maros dan Pembukaan Resmi
Dukungan penuh datang dari Legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Maros, Hj. Haeriah Rahman, S.P., M.M., yang secara resmi membuka kegiatan ini, menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan dan peran guru sebagai teladan masyarakat.

Ibu Haeriah mengingatkan pentingnya sinkronisasi kinerja antara tenaga pendidik dan Dinas Pendidikan agar pelayanan pendidikan di Kabupaten Maros dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.

Paparan Sesi Materi: Dari Core Values ASN Hingga Penguatan Organisasi
Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber berkompeten:
1. Core Values ASN "BerAKHLAK"

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Ayatollah, Kepala Bagian Umum BBGTK. Ia memaparkan 7 nilai pelayanan ASN (BerAKHLAK) yang memberikan motivasi mendalam bagi para peserta. Sesi ini berlangsung interaktif dan menyentuh langsung pada realitas pelayanan sehari-hari di lingkungan sekolah.

2. Disiplin Pegawai dan Evaluasi Kinerja ASN
Sesi kedua menghadirkan Kepala BKPSDM Kabupaten Maros, Andi Sri Wahyuni Buchaerah, S.P., M.Si., didampingi Kabid BKPSDM, Pak Adnan.

- Kedisiplinan & Regulasi: Mengupas PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS serta hak, kewajiban, dan sanksi ASN.

- Pengangkatan & Paradigma Kinerja: Membahas wacana pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu menjadi PNS, serta perubahan paradigma kinerja berdasarkan Permen PANRB No. 6 Tahun 2022.

- Pilar Kinerja: Menekankan pentingnya 4 pilar pengelolaan kinerja (Perencanaan, Pelaksanaan/Pemantauan, Penilaian, dan Tindak Lanjut) yang melibatkan klarifikasi ekspektasi dua arah serta menjaga keharmonisan di lingkungan kerja.

3. Transparansi Keuangan Organisasi
Materi ketiga disampaikan oleh Dra. Hj. Nurcaya, M.M., yang memaparkan secara rinci arah dan pengelolaan keuangan organisasi PGRI mulai dari tingkat Ranting, Cabang, Kabupaten, Provinsi, hingga Pengurus Besar. Pemaparan ini bertujuan agar para guru PPPK memahami alur tata kelola anggaran dan akuntabilitas organisasi.

Penutup: Penguatan Peran PGRI dan Sesi Foto Bersama
Sebagai pemateri penutup, Ketua PGRI Maros kembali memaparkan materi mengenai Peran PGRI Bagi Guru PPPK, Etika Profesi, dan Kode Etik Guru Indonesia. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai langkah nyata dan pendampingan yang telah dilakukan PGRI Maros sejak proses pendaftaran PPPK, penyesuaian tempat tugas, hingga penyelesaian berbagai persoalan teknis dan kesejahteraan guru di lapangan.

Rangkaian kegiatan pelatihan yang berlangsung marathon sejak Selasa pagi hingga sore ini ditutup secara resmi dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, tamu undangan, dan seluruh peserta pelatihan.***JZ***

