MAROS – Menjawab tantangan degradasi moral di era digital, Peralatan Kelengkapan Organisasi (PKO) Angkatan Muda PGRI mengambil langkah progresif dengan menggelar seminar pendidikan bertajuk "Mengintegrasikan Nilai Budi Pekerti di Setiap Kelas Pembelajaran". Inisiatif mandiri dari PGRI ini dirancang untuk merevitalisasi peran guru sebagai arsitek karakter bangsa.
Acara strategis ini dipandu langsung oleh Badaruddin, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua PKO Angkatan Muda PGRI sekaligus Narasumber Utama, yang membawa misi besar dalam mentransformasi ruang kelas menjadi ekosistem pendidikan yang lebih humanis.
PGRI tidak berjalan sendiri. Melalui kolaborasi cerdas bersama PT Semen Bosowa Maros dan Pemerintah Desa setempat, kegiatan ini menyasar para pendidik dari 9 SD/MI di wilayah Desa Binaan. Program ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya sinkronisasi antara dunia industri dan pendidikan untuk melahirkan tenaga pendidik yang adaptif dan visioner.
Badaruddin, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa efektivitas sebuah organisasi profesi seperti PKO diuji dari kemampuannya memfasilitasi peningkatan kualitas anggotanya secara fundamental.
"Guru hebat bukan hanya mereka yang mampu menghabiskan materi kurikulum, tapi mereka yang berhasil menyisipkan nilai moral dalam setiap tarikan napas pembelajaran. Inilah esensi dari gerakan kolektif PGRI: membentuk generasi yang cerdas namun tetap membumi dengan budi pekerti," tegas Badaruddin.
Diselenggarakan pada 12 Februari 2026, seminar ini menjadi wadah brainstorming bagi para guru untuk mendapatkan referensi metodologi mengajar terbaru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
- Penyelenggara Utama: PKO Angkatan Muda PGRI
- Key Speaker: Badaruddin, S.Pd., M.Pd. (Ketua PKO)
- Moderator: Saenal, S.Pd.
- Mitra Strategis: CSR PT Semen Bosowa Maros & Pemerintah Desa Binaan
- Semangat Perubahan: #SemuaBisaHebat
Inisiatif PKO Angkatan Muda PGRI ini diharapkan menjadi standar baru bagi pengembangan kapasitas guru di daerah. Dengan pembekalan yang matang, para guru di Desa Binaan diproyeksikan mampu mengubah wajah pendidikan di sekolah masing-masing, menjadikan budi pekerti sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas.***JZ***