Kegiatan

PT Semen Bosowa Maros dan PGRI Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Karakter Kearifan Lokal

JZ
Thursday, 12 February 2026
04:25 WIB
320 Kali Dibaca
PT Semen Bosowa Maros dan PGRI Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Karakter Kearifan Lokal

MAROS 12 Februari 2026, – Mess Hall Pabrik Semen Bosowa menjadi pusat perhatian para pendidik di Kabupaten Maros. PT Semen Bosowa Maros bersinergi dengan PGRI Ranting Tubaru ( Tukamase - Baruga ) menggelar seminar strategis guna mendorong inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal bagi para guru di wilayah binaan perusahaan, khususnya Desa Tukamasea dan Baruga.

​Kegiatan ini berlangsung semarak dengan kehadiran seluruh guru dari Ranting Tubaru PGRI Cabang Bantimurung, yang antusias mengikuti setiap sesi pengembangan kompetensi tersebut.

Comdev Superintendent PT Semen Bosowa Maros, Budiman Habe, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari misi besar perusahaan untuk memperkuat jejaring dengan institusi pendidikan di wilayah sekitar pabrik.

​"Kami mendorong terciptanya model pembelajaran yang kontekstual. Kolaborasi dengan PGRI Kabupaten Maros adalah kunci utama untuk memastikan mutu pendidikan selaras dengan kebutuhan sosial-budaya masyarakat setempat," ujar Budiman.

Hadir sebagai pemateri utama, Badaruddin, S.Pd., M.Pd., Ketua Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) sekaligus Ketua Oemar Bakrie Community (OBC). Sebagai tokoh pemerhati budaya Kabupaten Maros, beliau memberikan perspektif mendalam mengenai peran guru sebagai penjaga identitas bangsa.

​"Tugas kita adalah mengintegrasikan nilai-nilai budaya Maros ke dalam pengajaran modern. Ini bukan hanya soal materi, tapi soal etos kerja guru dalam menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi," tegas Badaruddin.

​Apresiasi tinggi datang dari Saenal, S.Pd.SD, Ketua PGRI Ranting Tubaru. Ia memuji konsistensi manajemen Bosowa dalam mendukung peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan.

​Di sisi lain, Abdul Azis, S.Pd., M.Pd., Pendamping Satuan Pendidikan Kec. Bantimurung, menilai materi yang dibawakan sangat up-to-date. Menurutnya, pendekatan budaya yang dibahas sangat relevan dengan konsep deep learning serta implementasi dimensi profil lulusan dalam Kurikulum Merdeka.

​Sinergi kuat antara industri (PT Semen Bosowa), organisasi profesi (PGRI Kabupaten Maros), dan penggiat budaya ini diharapkan menjadi pemantik standar baru kualitas pendidikan yang lebih bermakna di wilayah Bantimurung dan sekitarnya.sekitarnya.

Bagikan Berita Ini:

Komentar (0)

Tulis Komentar
Butuh Bantuan?

PGRI Maros menyediakan layanan konsultasi dan bantuan hukum untuk anggota.

Lihat Layanan