MAROS – Genderang perang prestasi di ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidrap mulai ditabuh. Pengurus Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Maros pun tak ingin sekadar jadi pelengkap.
Dalam Rapat Pleno yang digelar di Gedung PGRI Maros, Selasa (31/3/2026), fokus utama langsung diarahkan pada penguatan kontingen. Hasilnya, Sekretaris PGRI Maros, Samsu Alam, S.Pd., M.M., resmi didapuk sebagai Ketua Kontingen. Ia bakal didampingi Abd. Aziz, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Kegiatan.
Penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa Maros menaruh harapan besar pada pundak figur yang dikenal taktis ini untuk membawa pulang medali ke "Butta Salewangang".
Gaya Baru: Ketua Bidang Jadi Panglima Cabang Lomba
Ketua PGRI Kabupaten Maros, Andi Patiroi, S.Pd., M.Si., yang membuka rapat tersebut didampingi Samsu Alam, menegaskan bahwa persiapan kali ini harus menggunakan "Gaya Baru". Tidak ada lagi kerja-kerja yang sifatnya mendadak.
"Segala persiapan lomba harus melalui Kelompok Kerja (Pokja) masing-masing bidang. Kita ingin manajemen atlet dan seniman kita lebih terukur. Ini gaya baru kepengurusan kita, setiap bidang harus bertanggung jawab penuh," tegas Andi Patiroi di hadapan pengurus kabupaten.
Samsu Alam, sang Ketua Kontingen terpilih, langsung memanaskan mesin organisasi. Ia memberikan instruksi tegas kepada setiap ketua bidang untuk bertransformasi menjadi koordinator cabang lomba.
"Tugas koordinator tidak main-main. Mulai dari rekrutmen atlet yang transparan, pelatihan intensif di daerah, mobilisasi keberangkatan ke Sidrap, hingga memastikan seluruh atlet bertanding dengan maksimal dan pulang kembali ke Maros dengan selamat serta membawa prestasi," ujar Samsu Alam dengan nada mantap.
Sokongan Dana Hibah untuk Mutu Guru
Di sela-sela pembahasan Porsenijar, Andi Patiroi juga menyisipkan kabar penting mengenai usulan Dana Hibah PGRI yang tengah diperjuangkan di tingkat Pemerintah Kabupaten. Ia menegaskan, anggaran tersebut akan menjadi 'bahan bakar' utama dalam peningkatan mutu anggota.
Berdasarkan rincian anggaran yang dihimpun, terdapat tiga agenda besar peningkatan kapasitas guru di Maros:
* Orientasi Keorganisasian (PPPK): Penguatan jiwa korsa untuk 250 anggota baru (Anggaran Rp25.000.000).
* Bimtek Bedah AD/ART: Pendalaman aturan organisasi bagi 100 pengurus (Anggaran Rp50.000.000).
* Sosialisasi Program Mandatori: Penyelarasan visi bagi 250 anggota (Anggaran Rp25.000.000).
Rapat pleno ini pun diakhiri dengan pekikan penyemangat yang membakar semangat para pengurus. Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas! Yes! (***JZ***)