MAROS – Pengurus PGRI Kabupaten Maros terus bergerak cepat mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidrap yang dijadwalkan awal Juli 2026 mendatang.
Dalam rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini, seluruh pengurus kabupaten dan ketua cabang diminta segera menyegerakan persiapan. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Maros, A. Patiroi, S.Pd., M.Si, dengan penekanan bahwa semua pengurus dan ketua cabang wajib membina peserta secara intensif dari awal hingga akhir kegiatan.
Samsu Alam, S.Pd., M.M, menegaskan bahwa perekrutan atlet akan dilakukan secara selektif dan ketat. “Peserta diambil dari juara Porseni kabupaten sebelumnya sebagai rujukan utama. Namun, jika tidak menunjukkan loyalitas terhadap organisasi, Pendamping dan pelatih berhak mengganti atlet tersebut. Semua peserta wajib memiliki NPA (Nomor Pokok Anggota) dan KTA yang sah,” tegas Juhaeni,S.Pd., M.Pd selaku Pokja 3 yang memaparkan materi perekrutan atlet.
Opsi peserta diutamakan dari anggota aktif disetiap kegiatan organisasi. Setiap atlet juga wajib mendapatkan izin resmi dari sekolah/instansi tempat bertugas. Rekomendasi anggota berbakat tetap akan diseleksi ketat.
Biaya untuk Posenijar bersumber dari sumbangan lain dan pihak-pihak lain yang tidak terikat, baik bagi guru yang sudah bersertifikasi maupun yang belum. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban dan memupuk semangat kebersamaan di antara seluruh anggota.
Isu pasukan penggembira sempat mencuat dalam diskusi. Nur kasih Asmar, Ketua Cabang PGRI Tompobulu, mempertanyakan status guru honorer dan bersertifikasi yang ingin berpartisipasi sebagai penggembira.
Menanggapi hal tersebut, Mansyur, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa fokus utama anggaran kabupaten adalah untuk panitia dan atlet.
“Masalah penggembira menjadi tanggung jawab masing-masing cabang,” tegasnya.
A. Patiroi menambahkan, bagi anggota yang ingin ikut memeriahkan sebagai penggembira, dipersilakan wajib mendaftar di cabang masing-masing agar bisa segera dikoordinasikan dengan baik di Sidrap nanti.
Untuk memastikan persiapan berjalan maksimal, dibentuk kelompok kerja (Pokja) yang melibatkan pengurus kabupaten dan cabang:
Pokja 1 (Kepanitiaan & Seksi)
Dipaparkan oleh Abd. Azis, S.Pd., M.Pd.
Tugas utama: Menentukan pendamping dan pelatih.
Membawahi beberapa seksi, antara lain: Perlengkapan dan Pemondokan ,dokumentasi dan Publikasi ,konsumsi, transportasi, Pendanaan, medis, cabang olahraga dan Seni
Pokja 2 (Pendanaan)
Anggaran akan dialokasikan untuk: Partisipasi ke PGRI Provinsi, kostum kontingen dan atlet, akomodasi dan mobilitas selama di Sidrap, konsumsi latihan dan selama kegiatan dan perlengkapan latihan.
Dipaparkan oleh Juhaeni, S.Pd., M.Pd.
Majalah Suara PGRI sebagai kado dari PGRI Provinsi Sulawesi Selatan. Majalah ini dibanderol Rp80.000 per eksemplar (Rp50.000 untuk provinsi dan Rp30.000 untuk cabang). Majalah ini diharapkan menjadi wadah informasi kegiatan PGRI dari tingkat provinsi, kabupaten, cabang, hingga ranting dan akan dibagikan secara adil berdasarkan jumlah peserta tiap cabang. Seluruh cabang di Maros mendukung penuh dan berharap ke depannya PGRI Maros dapat menerbitkan majalah internal sendiri.
Ketua PGRI Sidrap selaku tuan rumah telah meminta kepastian jumlah kontingen Maros agar persiapan teknis bisa diantisipasi dengan baik. Kontingen diharapkan memberikan kontribusi maksimal dengan mengedepankan semangat gotong royong dari tingkat kabupaten, cabang, hingga ranting.
“Dari hasil diskusi ini, kami berharap dapat memutuskan langkah terbaik sehingga kontingen PGRI Maros mampu meraih prestasi optimal di Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkas Samsu Alam.
Semangat persatuan dan persiapan matang diharapkan menjadi modal utama kesuksesan Maros di ajang bergengsi tersebut. (*)