MAKASSAR – Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan Rapat Pleno Diperluas di Hotel Claro, Makassar. Pertemuan strategis ini menghasilkan berbagai keputusan krusial yang menandai transformasi organisasi menuju kemandirian dan profesionalisme.
Ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) yang akan digelar di Kabupaten Sidrap tahun 2026 mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, yang dibuktikan dengan kehadiran Wakil Bupati Sidrap dalam rapat pleno tersebut.
Beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan dan penguatan organisasi meliputi:
* Defile Massal: Setiap daerah diinstruksikan mengirimkan 100 perwakilan untuk mengikuti defile yang dipusatkan di stadion utama.
* Pembentukan Satgas Khusus: Sebagai bentuk nyata proteksi anggota, PGRI Sulsel akan membentuk Satgas khusus untuk melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap guru.
* Transparansi Digital: Pengelolaan anggaran organisasi ke depan akan beralih ke sistem digitalisasi keuangan guna menjamin akuntabilitas dan transparansi.
Wujudkan Mimpi Sekretariat Permanen merupakan salah satu agenda paling ambisius dalam rapat ini adalah rencana pengadaan Kantor Sekretariat PGRI Sulsel yang mandiri. Saat ini, organisasi tengah mempertimbangkan dua opsi lokasi strategis, yakni ruko di kawasan Cendrawasih atau ruko tiga lantai.
Guna mewujudkan markas permanen ini, pendanaan akan digalang melalui iuran sukarela dari basis kekuatan sekitar 44.000 anggota tetap, ditambah dengan para anggota baru dari kalangan P3K di seluruh Sulawesi Selatan.
Peluncuran Media "Suara PGRI",PGRI Sulsel juga resmi memperkenalkan media internal bernama "Suara PGRI". Majalah yang akan dicetak full colour ini dirancang sebagai corong informasi sekaligus unit usaha ekonomi organisasi.
* Pengelolaan Profesional: Melibatkan dewan pakar lintas akademisi dan aktivis.
* Sinergi Instansi: Dalam waktu dekat, pengurus dijadwalkan berkoordinasi dengan Kominfo Sulawesi Selatan untuk memperluas jangkauan literasi media ini.
Ketua PGRI Sulsel menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada soliditas sekitar 1.600 pengurus cabang dan ranting yang tersebar di pelosok Sulsel. Momentum rapat di Hotel Claro ini dipandang sebagai titik balik bagi PGRI Sulsel untuk menjadi organisasi yang lebih mandiri, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan guru.