MAROS,-PORTAL PGRI MAROS – Persaingan di fase penyisihan grup turnamen Fun Mini Soccer dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Maros ke-67 kian memanas.( 14/07/2026 )
Pada laga yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer HR Sport, tim Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maros sukses memetik kemenangan tipis 1-0 saat berhadapan dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Maros.
Pahlawan kemenangan skuad PGRI Maros kali ini adalah sang penyerang, Evin. Gol tunggal yang dilesakkannya ke gawang DPPKB menjadi pembeda sekaligus penentu raihan tiga poin penting bagi timnya.
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi skuad DPPKB, yang di pinggir lapangan akrab dan populer dijuluki oleh para suporter sebagai "Tim Kondom"—merujuk pada representasi program pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang mereka nakhodai.
Kemenangan berkat gol Evin ini menjadi modal berharga bagi PGRI Maros. Sebelumnya, pada laga perdana yang digelar pagi hari, PGRI harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol 0-0 melawan tim tangguh DIASPORA Kabupaten Maros.
Dengan koleksi empat poin dari dua laga, PGRI kini berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Di sisi lain, meski harus mengakui keunggulan PGRI akibat gol tunggal tersebut, asa "Tim Kondom" DPPKB untuk lolos dari fase grup belum sepenuhnya tertutup. Skuad DPPKB masih menyisakan laga penentu di fase penyisihan ini.

Manajemen dan pemain DPPKB Maros mengaku tidak berkecil hati dengan hasil minor tersebut. Mereka optimis bisa bangkit dan menyapu bersih kemenangan di laga sisa demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
"Kekalahan tipis 0-1 ini jadi bahan evaluasi kami. Permainan anak-anak sudah sangat luar biasa di lapangan. Kami optimis di laga berikutnya tim bisa tampil lebih maksimal dan mengamankan tiket lolos fase grup," ujar salah satu perwakilan tim DPPKB seusai laga.
Turnamen Fun Mini Soccer ASN ini terbukti sukses menyajikan tontonan yang tidak hanya menghibur dan penuh gelak tawa karena julukan-julukan unik antar-instansi, tetapi juga tetap menyajikan tensi kompetisi yang tinggi dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
